Sunday, February 3, 2013

Liburan Ke Punta Cana, Dominican Republic Part 1

Awal january kemaren si mas tiba-tiba nyeletuk mo ngajakin aku dan anak-anak liburan ke punta cana. Aku sich nanggapin nya biasa aja. Soale 2 tahun yang lalu dia juga pernah nyeletuk hal yang sama, tapi gak pernah terlaksana. Baru lah setelah dia booked the trip, aku percaya. Excited ???....not really,eh. Soale gak yakin tentang makanan nya. Klo pantai nya dan cuaca nya pasti lah sangat di nantikan mengingat di Toronto sekarang ini cuaca nya double angka terus alias....duingiiiiinnnnnnn.

Waktu si mas nanya aku mo liburan ke mana, aku jawab nya Indonesia. Tapi aku tahu hal itu gak bakal terlaksana, secara ongkos pesawat nya buat kita berempat aja sudah ampun-ampunan. Belum hotel, makan dll nya. Well...sebenernya si mas juga pengin ngajakin kita ke Disneyland yang deketan, tapi karena terhambat visa ku yang 2 kali ditolak terus sama pihak sono, jalan - jalan ke Disneyland batal. Padahal si Neaka pengen banget lihat princess2 an gitu.

Back to Punta Cana. 
Jadi kita nge book buat tanggal 23 - 30 Januari 2013 lewat expedia.ca. Total jenderal biaya nya kurang lebih CAN 3000 buat kita berempat. Itu sudah termasuk hotel, pesawat, all inclusive makan, transfer airport. 

Untuk masuk ke Dominican Republic hanya di perlukan turis card yang di beli di bandara setiba nya di sana dengan biaya $10. Jadi turis card ini semacam visa on arrival gitu. Indonesia termasuk negara yang memerlukan visa untuk bisa masuk ke Dominican Republic ini. Tapi berhubung aku pegang permanent resident di Canada, jadi aku cukup membeli turis card saja plus kudu nunjukin kartu Permanent Resident ku.

Tanggal 23 januari 2013, jam setengah tujuh kita ninggalin rumah dan memarkir mobil kita di park and fly, semacam jasa titip mobil dekat bandara. Jadi kita drop mobil kita di tempat mereka dan mereka akan drop kita ke bandara dengan shuttle bus/car. Biaya nya sekitar $65 for a week. Sampai di check in counter, antrian nya mengular....ternyata banyak yang melarikan diri juga dari ganas nya winter ^_^. Untung nya kita sudah web check in, jadi gak perlu antri panjang karena ada antrian khusus nya. Check in sukses, anywei...di Toronto sini area check in itu terbuka...I mean, gak kaya di Indonesia yang pengantar gak boleh ikut masuk. Klo disini, pengantar boleh ikut masuk, jadi klo kita bawa barang banyak gak perlu panggil porter. Cukup mengandalkan trolley ( $2 / trolley ) dan pengantar kita. Makane gak ada jasa porter yang berkeliaran.

Selese check ini, baru lah masuk ke pemeriksaan selanjutnya. Disini pengantar tidak boleh masuk. Bahkan trolley pun tidak ^_^.
Pertama di cek sama mbak2, kita kudu belok kemana. Ada 2 arah soale. Setelah itu aku di cek lagi sama ibu2, di geledah gitu. Catet ya : Cuma aku tok, suami ku gak. Pertama nya aku gak notice akan hal ini. Barulah setelah kita di dalam, si mas ngomong in tentang penggeledahan itu. Well...mungkin karena aku bukan Canadian kali ya. 

Pesawat kita take off jam 10. Begitu di dalam pesawat, aku rada kecewa. Aku kira pesawatnya bakalan semacam model cathay ato korean gitu mengingat jarak tempuh nya sama kaya Jakarta - Hongkong. Ternyata pesawat nya cuma semacam pesawat domestik nya indonesia. Gak ada bantal, selimut or entertainment. Untung nya di kasih snack, makan dan minum. Makanannya lumayan lah, plus di kasih sampange. 

Selama perjalanan, alhamdulillah anak2 gak begitu rewel. Si mas yang rencana nya mo tidur, karena habis lembur semalam suntuk, gak bisa tidur karena di recokin anak2 terus.

To be continued....alias bersambung.

Tuesday, July 3, 2012

Review Phil and Teds double tandem stroller


Anak pertama ku sudah hampir 4 tahun. Neaka, namanya. Aku pikir dia tidak akan berminat lagi duduk di stroller. Tetapi ternyata aku salah. Setiap kali kami keluar, baru juga beberapa meter dari rumah, dia sudah merengek minta duduk di stroller. Sedangkan untuk terus - terusan menggendong anak kedua ku, Matthew, namanya, aku tidak sanggup. Secara Matthew bukan bayi kecil lagi. Beratnya sudah hampir sama dengan kakak nya.

Stroller di atas itu yang kita pakai sehari - hari. Enak di dorong nya karena roda nya besar. Kalau Neaka kelelahan, biasanya dia aku suruh duduk di depan seperti itu. Berbahaya memang, tapi mau bagaimana lagi. Nah itu kejadian dia tertidur, untung nya sudah dekat rumah. Semenjak itu aku mulai ber buru double stroller.

Aku suka stroller yang bisa face to face seperti berikut ini :

Aku sangat suka dengan stroller Kolcraft ini, terlebih warna merah nya. Harganya pun sangat terjangkau. Dengan harga sekitar CAN 400, stroller baru bisa kita miliki. Sayang...setelah tidak sengaja melihat langsung di jalanan, stroller ini terlalu besar untuk naik ke bus. Aku adalah pemakai transport umum, jadi stroller yang ramah bus adalah prioritas utama ku. Stroller ini bisa saja naik ke bus, tapi dalam keadaan kosong penumpang. Kalo tidak, bakalan di cemberutin seluruh isi bus. Jadi di coretlah stroller ini dari daftar ku. Termasuk double stroller yang side to side, dari awal sudah di black list ^-^.

Pilihan ku yang lain adalah, Peg Pereggo Duette SW. Stroller ini kelihatan sangat elegant dan berkelas. Fitur yang aku suka, sama seperti Kolcraft, seat nya bisa di pindah - pindah. Tapi, sekali lagi...stroller ini kelihatan besar dan bulky. Dan harga nya juga lumayan mahal, sekitar CAN 800 untuk new item atau $400 untuk used one. Again...di coretlah stroller ini dari daftarku.

Akhirnya pilihan jatuh ke Phil and Teds. Kelihatan lebih ringan, kecil dan yang aku suka adalah fitur roda nya yang sangat gampang untuk di dorong di jalanan ber salju. Sebelumnya aku mempunyai single stroller yang ber roda 3 dan 4. Pengalaman jalan di jalanan bersalju dengan stroller ber roda 3 lebih memuaskan di bandingkan dengan stroller ber roda 4.
Kembali ke Phil and Teds, aku sebenarnya masih belum yakin sekali tentang stroller ini. Karena aku tidak yakin Mamat akan menyukai ide duduk di belakang. Tapi toh aku putuskan untuk membeli nya. Setelah searching di internet untuk Phil and Teds bekas pakai, aku menemukan Phil and Teds E3 V2 in Apple color di harga yang sangat terjangkau dengan kantong ku. Meskipun stroller ini sudah pensiun alias produk lama, tapi masih cukup bagus dan don`t have to worry about the part, karena Phil and Teds masih menyediakan nya.

Sekedar informasi, untuk Phil and Teds yang seri terbaru, seperti explorer disini harga nya sekitar CAN 600 ke atas.

Kelebihan nya :
  • mudah di dorong dan bermanuver, terlebih di jalanan berbatu, salju, jalanan menanjak.
  • compact di bandingkan dengan tandem double stroller lain nya.
  • mudah di bersihkan. Waktu aku membeli stroller ini, keadaan nya sangat kotor. Aku sempat ragu apakah noda-noda nya akan bisa hilang. Ternyata...hilang dan kinclong seperti baru lagi. Hanya di cuci dengan detergent.
  • Mudah di set up nya, tidak ribet.

Sayangnya setelah beberapa kali melanglang buana dengan Phil and Teds ini, aku bisa bilang...I am not really satisfied ( emang manusia gak ada puas nya ya ^-^ ).

Kekurangan :
  • double kit nya tidal bisa recline ( kalo tidak salah, di type - type terbaru ada yang bisa di recline ).
  • kalo seat depan kosong, stroller bisa terjatuh ke belakang dan membahayakan anak yang sedang duduk di double kit nya. Maka nya kudu waspada.
  • Seat depan tidak bisa full recline dengan double kit attached, jade cuma setengah recline tok.
  • tidak ada tray untuk snack atau cup, harus di beli secara terpisah.
Jadi aku post iklan online, menjual kembali Phil and Teds ku. Alhamdulillah berhasil di jual minggu lalu, malah aku untung CAN 25 ^_^.
Strolling terakhir sebelum hari berikutnya berpindah tangan - Marineland, Niagara Falls, June 23, 2012
Saat nya berburu double stroller lain nya.